LUKAS 19:20-25
Luk 19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Luk 19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Luk 19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Luk 19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Luk 19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Luk 19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Luk 19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.

Pendahuluan:
Bagi Allah tidak ada masallah untuk memberkati setiap orang percaya, baik itu berkat rohani maupun berkat jasmani. Mengapa? Karena Ia Mahakuasa, Ia tidak pernah kahabisan cara atau metode untuk memberikan berkat-Nya bagi kita. Penghalang berkat Tuhan bagi kita tidak terletak pada Tuhan tetapi pada diri kita.

Pada saat ini kita akan melihat beberapa penghalang berkat Tuhan bagi orang-orang percaya:

1. Mementingkan diri sendiri merupakan penghalang berkat Tuhan

Orang yang mementingkan diri sendiri hanya memikirkan dirinya sendiri, (Luk. 12:17-19 -Luk 12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Luk 12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Luk 12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!)

Orang yang mementingkan diri sendiri kurang mengasihi, (1 Yoh. 3:17,18 – 1Jn 3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? 1Jn 3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.)

Orang yang mementingkan diri sendiri akan menuai akibatnya, (Kis. 5:2-10 – Act 5:1 Ada seorang lain yang bernama Ananias. Ia beserta isterinya Safira menjual sebidang tanah. Act 5:2 Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. Act 5:3 Tetapi Petrus berkata: “Ananias, mengapa hatimu dikuasai Iblis, sehingga engkau mendustai Roh Kudus dan menahan sebagian dari hasil penjualan tanah itu? Act 5:4 Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.” Act 5:5 Ketika mendengar perkataan itu rebahlah Ananias dan putuslah nyawanya. Maka sangatlah ketakutan semua orang yang mendengar hal itu. Act 5:6 Lalu datanglah beberapa orang muda; mereka mengapani mayat itu, mengusungnya ke luar dan pergi menguburnya. Act 5:7 Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi. Act 5:8 Kata Petrus kepadanya: “Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?” Jawab perempuan itu: “Betul sekian.” Act 5:9 Kata Petrus: “Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan? Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga ke luar.” Act 5:10 Lalu rebahlah perempuan itu seketika itu juga di depan kaki Petrus dan putuslah nyawanya. Ketika orang-orang muda itu masuk, mereka mendapati dia sudah mati, lalu mereka mengusungnya ke luar dan menguburnya di samping suaminya.)

2. Malas merupakan penghalang berkat Tuhan

Orang malas meminta-minta pada masa penuaian, (Ams. 20:4 – Pada musim dingin si pemalas tidak membajak; jikalau ia mencari pada musim menuai, maka tidak ada apa-apa.)

Orang malas jatuh miskin, (Ams. 6:9-11 – ay.9, Hai pemalas, berapa lama lagi engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? Ay.10, “Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring” – ay.11, maka datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti orang yang bersenjata.)

Orang malas tidak akan bekerja bagi Yesus Kristus, (Luk. 19:20-24 – Luk 19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Luk 19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Luk 19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Luk 19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Luk 19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu.)

3. Ketamakan merupakan penghambat berkat Tuhan

Ketamakan menghancurkan hidup kita, (Ams. 15:27 – Pro 15:27 Siapa loba akan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi siapa membenci suap akan hidup.)

Ketamakan mengakibatkan merugikan diri sendiri, (Ams. 22:16 – Pro 22:16 Orang yang menindas orang lemah untuk menguntungkan diri atau memberi hadiah kepada orang kaya, hanya merugikan diri saja.)

Ketamakan akan dihukum Allah, (Yer. 8:10-12 – Jer 8:10 Sebab itu Aku akan memberikan isteri-isteri mereka kepada orang lain, ladang-ladang mereka kepada penjajah. Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar, semuanya mengejar untung; baik nabi maupun imam, semuanya melakukan tipu. Jer 8:11 Mereka mengobati luka puteri umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera. Jer 8:12 Seharusnya mereka merasa malu, sebab mereka melakukan kejijikan; tetapi mereka sama sekali tidak merasa malu dan tidak kenal noda mereka. Sebab itu mereka akan rebah di antara orang-orang yang rebah, mereka akan tersandung jatuh pada waktu mereka dihukum, firman TUHAN.)

4. Kurang berdoa merupakan penghambat berkat Allah

Orang percaya yang tidak berdoa / asal berdoa, mengalami masalah, (Dan. 9:13 – Dan 9:13 Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.)

Orang percaya yang tidak berdoa, suka memberontak, (Yak. 4:2,3 – Jas 4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Jas 4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Luk. 18:1 – Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.)

Orang percaya yang tidak berdoa, tidak makmur hidupnya, (Yer. 10:21 – Sungguh, gembala-gembala sudah menjadi bodoh, mereka tidak menanyakan petunjuk TUHAN. Sebab itu mereka tidak berbahagia dan seluruh binatang gembalaan mereka cerai-berai.)

5. Sifat duniawi merupakan penghambat berkat Tuhan

Sifat duniawi merupakan penampakan dari apa yang ada di dalam hati, (1 Yoh. 2:15 – Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.)

Sifat duniawi tidak menyenangkan hati Allah, (Rm. 8:5-8 – Rom 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Rom 8:6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Rom 8:7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya. Rom 8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah).

Sifat duniawi memisahkan orang percaya dari Allah, (Yak. 4:4 – Jas 4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah. Yes. 59:2 – tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.)

6. Hidup yang tidak berbuah merupakan penghambat berkat Allah.

Hidup yang tidak berbuah akibat dari tidak tinggal (berpegang teguh dan menurut thd apa yang dikatakan Yesus) di dalam Yesus, (Yoh. 15:5 – Joh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.)

Hidup tidak berbuah akibatnya kehilangan mahkota, (1 Kor. 3:14-15 – 1Co 3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.1Co 3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.)

Hidup tidak berbuah akibatnya dihukum, (Luk. 19:20-26 – Luk 19:20 Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan.Luk 19:21 Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur. Luk 19:22 Katanya kepada orang itu: Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Luk 19:23 Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. Luk 19:24 Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ: Ambillah mina yang satu itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh mina itu. Luk 19:25 Kata mereka kepadanya: Tuan, ia sudah mempunyai sepuluh mina. Luk 19:26 Jawabnya: Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ada padanya.

7. Sikap tidak setia merupaka penghambat berkat Tuhan

Sikap tidak setia, tidak menyenangkan Tuhan, (Ibr. 11:6 – Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.)

Sikap setia merupakan ungkapan iman dan sebaliknya.

Sikap tidak setia merupakan dosa, Rm. 14:23; Yak. 1:7-8.
Rm. 14:23 – Tetapi barangsiapa yang bimbang, kalau ia makan, ia telah dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
Yak. 1:6-8 – 1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. 1:7 Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. 1:8 Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.

Sikap tidak setia akibatnya kehilangan mahkota kehidupan, (Why. 2:10 – Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.)

Berkat Tertinggi

Posted: Juni 9, 2011 in Artikel

“Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan pada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya, Yesus Kristus” [ I Yohanes 1:3 ].

Rasul Yohanes menyatakan bahwa tujuan pemberitaan Injil oleh para rasul adalah agar umat Tuhan memperoleh persekutuan ( koinonia ), baik dengan para rasul itu sendiri maupun dengan Bapa dan dengan AnakNya, Yesus Kristus. Apakah makna dari kata persekutuan, yang dalam bahasa Yunaninya adalah koinonia ? Kata koinonia bukan hanya berarti suatu persahabatan antara seseorang dengan yang lainnya. Makna kata koinonia lebih dalam dari pada itu. Koinonia adalah suatu kesatuan antara seseorang dengan yang lainnya. Konsep koinonia dalam Perjanjian Baru adalah suatu kesatuan atau suatu pertalian diantara orang percaya, yang tercipta karena penebusan dalam Kristus Yesus. Koinonia adalah kesatuan dalam Kristus.

Kisah Para Rasul mencatat bahwa karena memperoleh koinonia, jemaat mula-mula “tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama” [ 2:44 ]. Ini adalah berkat yang luar biasa yang Tuhan curahkan pada umatnya, yaitu kesatuan. Tetapi lambat laun kedagingan manusia menyusup kedalam sehingga berkat kesatuan ini hancur. Kita semua menyadari bagaimana saat ini kondisi umat Tuhan yang terpecah-belah.

Yang menarik dari ayat diatas adalah persekutuan itu merupakan persekutuan dengan Bapa dan dengan AnakNya. Bapa dan Anak adalah sesuatu yang berhubungan dengan keluarga. Jadi koinonia itu adalah sesuatu yang seharusnya ada didalam keluarga. Apabila suatu keluarga Kristen memperoleh koinonia yang sesungguhnya, maka keluarga itu adalah satu. Ini sesungguhnya adalah berkat tertinggi yang mungkin diperoleh dalam suatu keluarga.

Kebanyakan keluarga Kristen tidak mengejar berkat kesatuan ini. Salah satu sebabnya adalah karena banyak keluarga tidak menyadari bahwa sesungguhnya Allah adalah keluarga, dan bahwa Allah adalah satu. Allah ingin mengekspresikan diriNya didalam keluarga-keluarga di muka bumi ini. Inilah alasan utama Allah menciptakan keluarga dimuka bumi ini. Jika kita sebagai keluarga Kristen dapat melihat perkara ini dengan jelas, maka kita akan sungguh-sungguh mengejar berkat kesatuan ini.

Tetapi kesatuan keluarga ini tidak mudah dicapai, karena kesatuan yang dimaksud disini adalah kesatuan seperti yang ada pada Bapa, Anak dan Roh Kudus. Kesatuan ini adalah satu dalam pikiran, perasaan, dan kehendak. Anak-anak bukan saja tidak memberontak pada orang tua, tetapi mereka mempunyai pikiran, perasaan dan keinginan yang sama dengan orang tua. Isteri bukan mengalah dan mematahkan keinginannya sendiri agar dapat tunduk pada suami, tetapi isteri mempunyai keinginan yang sama dengan suaminya. Kesatuan dalam Kristus yang seperti ini, dapat dicapai walaupun tidak mudah. Karena kesatuan keluarga ini adalah berkat, bahkan kami percaya ini adalah berkat tertinggi yang dicurahkan Tuhan bagi umat pilihanNya. Semoga kita mengejar berkat ini dengan sepenuh hati.

Sumber: Gema Sion Ministry

Tidak, kita dengan teguh percaya bahwa tidak ada ayat yang tidak mengizinkan mereka mendapat pengampunan. Penulis Surat Kiriman kepada Jemaat Ibrani (yang, barangkali bukan Paulus), dengan jelas berpendapat bahwa tidak ada pengurbanan lebih jauh atas dosa ketimbang yang ditawarkan oleh Kristus (lih. Ibr. 10:26). Dia sedang menulis kepada Jemaat Ibrani, yang di bawah zaman Perjanjian lama, dapat membawa kurban dosa lainnya kalau mereka melakukan dosa lagi. Orang Kristen harus kembali pada salib, sebab tidak ada penebusan dosa lainnya lagi, dan dengan mengesampingkannya, berarti dia tidak mempunyai akal lain. Orang yang murtad yang dengan sungguh-sungguh bertobat, didorong untuk kembali dan pasti akan disambut. Ini merupakan satu tugas yang penting sekali yang harus dilaksanakannya. Petrus, yang menyangkal Tuhannya, disambut dengan lembut. Anggota jahat yang disebutkan dalam I Korintus, dalam surat kiriman yang kedua (2:7), diampuni dan dihiburkan. Seperti seorang bapa yang menerima seorang anak yang dikasihinya, yang datang kepadanya dengan pengakuan dan pertobatan, demikian pula Allah akan menerima orang Kristen yang sudah jatuh, tetapi yang telah meninggalkan dosanya dan dengan rendah hati memohon pengampunan melalui Kristus.

Saya merasa tidak mengerti pada satu masalah yang ada di gereja selama bertahun-tahun selama beberapa waktu – dan itu sangat menarik perhatian saya. Masalah itu ialah : kenapa orang kristen susah sekali berdoa?

Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa jawaban dari hidup ini ialah doa dan iman. Rasul Paulus menulis, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” (Filipi 4:6). Paulus mengatakan pada kita, “Carilah Tuhan dalam setiap bidang di dalam hidupmu. Dan lebih dulu bersyukurlah pada-Nya karena Ia mendengarkanmu.”

Maksud Paulus jelas : Selalu berdoa terlebih dahulu! Kita tidak berdoa sebagai usaha terakhir – pergi ke sahabat dulu, lalu ke pendeta atau konselor, dan akhirnya berlutut untuk berdoa sebagai usaha terakhir. Tidak – Yesus berkata pada kita, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” (Matius 6:33). Kita harus pergi pada Tuhan dulu – sebelum pergi pada yang lain!

Sangat menggetarkan hati waktu membaca surat yang dikirim ke pelayanan kami dari banyak orang Kristen yang mengalami kegagalan. Keluarga yang kacau, perceraian suami istri, orang yang berjalan dengan iman bersama dengan Kristus selama bertahun-tahun kini hidup dalam ketakutan dan kekalahan. Setiap orang ini dikalahkan oleh musuh – dosa, depresi, keduniawian, kepalsuan. Dan tahun demi tahun masalah mereka hanya kelihatan semakin parah.

Tetapi, yang mengejutkan saya ialah dari surat mereka sedikit sekali yang menyinggung tentang doa. Mereka mencari kaset, buku, konselor, menelpon acara-acara, macam-macam terapi – tetapi jarang untuk berdoa. Mereka mengalami kekuatiran, kegentaran, hidup di bawah awan gelap setiap hari, karena mereka tidak punya jawaban atas masalah mereka.

Kenapa orang Kristen dalam masa krisis sulit mencari Tuhan untuk kebutuhan mereka yang mendesak? Padahal Alkitab adalah kesaksian yang panjang tentang Tuhan yang mendengarkan seruan anak-anakNya dan menjawab mereka dengan kasih yang hangat :

“Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong.” (Mazmur 34:16)

“Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka Tuhan mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” (ayat 18)

“Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepadaNya.” (1 Yoh 5:14-15)

” Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yak 5:16)

“Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Mat 21:22)

“tetapi doa orang jujur dikenanNya.” (Ams 15:8)

“tetapi doa orang benar didengarNya.” (ayat 29)

“sudah berpaling mendengarkan doa orang-orang yang bulus, dan tidak memandang hina doa mereka.” (Mazmur 102:18)

Dengarlah apa yang dikatakan Daud, “Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.” Daud berkata, “Aku telah membuktikan Engkau, Tuhan! Dalam semua cobaan, aku tidak berpaling pada siapa pun. Aku hanya mencari Engkau saja – dan Engkau mendengarkan aku, menjawab aku, dan memberiku kekuatan untuk peperangan yang kuhadapi!” “dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau, Aku menjawab engkau” (81:7)

Janji-janji dan kesaksian ini ialah bukti yang luar biasa akan pemeliharaan Tuhan. Dan begitu bermacam-macam dan banyaknya kesaksian semacam ini, saya tidak mengerti mengapa banyak orang Kristen tidak dapat melihatnya!

Tentang doa, Alkitab memberikan pada kita lebih besar daripada sekedar janji-janji. Alkitab memberikan juga peringatan tentang bahaya mengacuhkan doa. “bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu,.” (Ibrani 2:3). Bahasa Yunani dari menyia-nyiakan di sini berarti memandang enteng, hal yang sepele.

Maksud dari ayat ini ialah hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan kita – dan doa tentu adalah salah satunya. Tuhan bertanya, “Bagaimana kamu bisa berharap untuk terlepas dari kehancuran dan kebinasaan pada masa kegelapan yang akan datang, kalau kamu tidak belajar berhubungan dengan Ku melalui doa? Bagaimana kamu akan mengenal suara Ku pada hari itu, jika kamu belum pernah mendengarnya dalam hatimu dalam ruang doamu?

Saya percaya Tuhan merasa sedih karena banyak dari umat-Nya yang mengabaikan doa hari-hari ini. Yeremia menulis, “Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.” Yeremia 2:32

Inilah pertanyaan saya yang besar – satu hal yang tidak bisa saya pahami : Bagaimana umat Tuhan – yang selalu diserang oleh kuasa neraka, menghadapi masalah dan cobaan dari berbagai sisi – tidak pernah mencari Tuhan minggu lepas minggu? Dan bagaimana mereka bisa mengaku mengasihi Nya dan percaya pada janji-janji Nya tapi tidak pernah mendekat kepadaNya?

Penulis kitab Ibrani memanggil kita untuk mendekatkan diri pada Tuhan

Ibrani 10 mempunyai janji yang luar biasa. Dikatakan bahwa pintu Tuhan selalu terbuka untuk kita, memberikan hubungan langsung dengan Bapa.

“Jadi saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.” (Ibrani 10:19-22).

Pada ayat selanjutnya, kita diperingatkan bahwa hari Tuhan sedang mendekat dengan cepat. “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.” (ayat 25). Tuhan berkata, “Bahkan sekarang, pada saat kedatangan Kristus telah dekat, kamu harus mencari wajahKu. Inilah waktunya untuk pergi ke ruang doamu dan mengenalKu lebih dalam!”

Saya percaya kalau kita sedang melihat tanda-tanda yang merupakan bukti dari sistem perekonomian kita yang akan runtuh; kekerasan dan kejahatan sedang meningkat. Lingkungan kita menjadi brutal. Nabi palsu – “malaikat terang” – telah menipu banyak orang dengan ajaran-ajaran sesat. Dan kapan sajat dapat terjadi saatnya penganiayaan, yang akan membuat hati orang putus asa karena ketakutan. Tetapi, sebelum segalanya terjadi penulis kitab Ibrani berkata:

“Jangan biarkan kebenaran hilang dari padamu! Tetap bangun dan berjagalah. Kamu memiliki pintu terbuka ke hadapan hadirat Allah yang kudus – maka masuklah ke dalamNya dengan jaminan iman, supaya permohonanmu didengarNya. Darah Kristus telah membuat jalan bagimu – dan tidak ada suatupun berdiri di antara kamu dan Bapamu. Kamu mempunyai segala hak untuk masuk tempat maha kudus, menerima pertolongan yang kamu butuhkan!”

Pada saat kita memandang enteng korban Yesus – yang telah Ia berikan supaya kita mendapatkan apa yang kita butuhkan dari Bapa – kita telah melecehkan karunia Tuhan, menyulut kemurkaanNya!

Tetapi dengan kuatnya segala peringatan dan bahaya mengacuhkan doa, orang Kristen masih merasa sulit untuk beroda. Kenapa? Saya percaya ada empat alasan untuk hal ini.

Beberapa orang Kristen Tidak Berdoa karena Mereka Mempunyai Kasih yang Suam-suam kepada Tuhan!

Pada saat saya memakai kata ‘suam-suam’ untuk menggambarkan kasihnya pada Yesus, saya tidak mengartikan ia dingin terhadap Tuhan. Tetapi yang saya maksudkan ialah bahwa kasihnya ‘murah’ – tidak berharga. Biarlah saya memberikan sebuah contoh:

Saat Yesus berpesan pada jemaat Efesus di kitab Wahyu pasal 2, pertama-tama Ia memuji mereka karena pekerjaan mereka. Ia mengakui kerja keras mereka di dalam iman – membenci dosa dan kompromi, menolak ajaran sesat dan tak pernah lelah atau menyerah pada waktu disiksa, dan selalu berdiri untuk Injil.

Tetapi Kristus berkata, Ia menemukan satu hal yang kurang pada mereka. Mereka telah meninggalkan kasih mula-mula, kasih yang mahal padaNya! “Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:4)

Walaupun mereka mempunyai pekerjaan yang bagus, mereka meninggalkan kasih mereka, perjalanan mereka dengan Yesus. Dan sekarang Ia berkata pada mereka, “Kamu telah meninggalkan kasihmu yang semula. Kamu meninggalkan kedisiplinan yang berharga untuk datang dalam hadiratKu, untuk berhubungan denganKu!”

Perhatikanlah: Yesus sedang berbicara pada orang-orang percaya yang memulai dengan kasih yang menyala-nyala kepadaNya. Ia tidak be113cara pada orang Kristen yang mati, dingin yang tidak pernah mengasihiNya. Bahkan Ia berkata, “Tidak mustahil bagi seorang yang dulunya memiliki hati yang mengasihiKu membiarkan kasihnya menjadi suam. Hamba yang baik yang dulu setiap hari mencari diriKu di ruang doanya sekarang jarang berdoa sama sekali!”

Bayangkanlah betapa menyedihkan hal ini bagi Kristus, mempelai lelaki kita. Perkawinan macam apa yang akan terjadi antara suami dan istri yang tidak pernah meluangkan waktu di dalam keintiman? Dan itulah yang Yesus bicarakan di sini. Ia ingin suatu saat yang khusus denganmu, untuk menikmati keintiman denganNya!

Kamu boleh bilang kalau kamu mengasihiNya – tetapi kalau kamu tidak pernah bertemu dengan Dia, kamu membuktikan kalau kamu tidak mengasihiNya sama sekali. Perilaku seperti itu tidak akan berjalan dengan sepasang kekasih. Kalau kamu bilang pada pacarmu kalau kamu mencintainya, tapi kamu hanya bertemu seminggu sekali – hanya cukup untuk mengatakan, “Hai, sayang, aku cinta kamu, sekarang – sampai jumpa!” – ia tidak akan mempercayainya. Mengapa Yesus, yang memberikan semuanya – hidupNya sendiri – untukmu harus percaya?

Tidak penting seberapa kerasnya pujianmu di gereja, seberapa banyak kamu bilang kamu mengasihiNya, seberapa banyak air mata yang kamu curahkan. Kamu bisa memberikan kelemah lembutan, mengasihi sesama, membenci dosa, menegur yang bersalah – tapi jika hatimu tidak terus-menerus mendekat pada hadirat Kristus, kamu tidak mengasihinya. Kamu menganggap kecil doa, mengabaikannya – dan menurut perkataan Yesus sendiri, inilah buktinya bahwa kamu kehilangan kasihmu terhadapNya.

Semua pekerjaan kita sia-sia, kecuali kita kembali pada kasih yang menyala-nyala pada Yesus. Kita harus menyadari, “Mengasihi Yesus bukanlah melakukan semua hal, tetapi menyangkut disiplin hari lepas hari untuk menjaga satu hubungan. Dan itulah yang membuatku berkorban!”

• Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka telah kehilangan prioritasnya!

Prioritas ialah seberapa pentingnya kamu menganggap satu hal. Dan orang Kristen yang mengabaikan doa telah kehilangan prioritasnya!

Banyak orang percaya bertekad mereka akan berdoa kalau mereka mempunyai waktu. Tetapi tiap minggu, mencari Kristus menjadi kurang penting bagi mereka daripada mencuci mobil, membersihkan rumah, mengunjungi teman, makan di luar, pergi belanja, menonton olah raga. Mereka cuman tidak menyediakan waktu untuk berdoa.

Tetapi manusia akan tidak berbeda pada jaman Nuh dan Lot. Prioritas utama mereka adalah makan dan minum, beli dan jual, kawin dan memperhatikan keluarga mereka. Mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan pesan Tuhan tentang penghakiman yang akan tiba. Sehingga tidak ada yang siap pada saat penghakiman itu tiba!

Kenyataannya, tidak ada yang berubah selama berabad-abad. Untuk sebagian besar orang Amerika, Tuhan tetap menempati tempat paling bawah dari daftar prioritasnya. Dan prioritas utama adalah penghasilan, keamanan, kesenangan, keluarga. Tentu saja, untuk banyak orang Amerika, Tuhan tidak ada dalam daftarnya. Tetapi itu tidak menyedihkan Tuhan sebanyak kenyataan begitu kecilnya Ia dihargai oleh anak-anakNya sendiri!

Hari-hari ini, ribuan orang Kristen bepergian ke luar negeri untuk didoakan oleh beberapa hamba Tuhan, nabi atau penginjil. Orang-orang ini ingin merasakan jamahan Tuhan dan pengalaman yang indah di dalam hadiratNya. Tetapi walaupun mereka mendapatkan apa yang mereka cari, pengalaman itu berakhir dalam waktu yang singkat. Dan ironisnya, sepanjang waktu mereka dalam perjalanan dan mencari jamahan Tuhan, mereka tidak meluangkan waktu lima menit dalam doa!

Yang kekasih, Tuhan tidak menginginkan sisa-sia – waktu-waktu yang singkat dimana kamu hanya bisa menyetuskan pemohonan doa secara cepat. Itu bukan pengorbanan doa. Itu persembahan yang cacat – dan mengotori altarNya!

Nabi Maleakhi menuliskan, “Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu, apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik? Firman Tuhan semesta alam.” (Maleakhi 1:8)

Maleakhi berkata, “Kamu membawa binatang tua untuk dipersembahkan ke hadirat Tuhan. Tetapi ini adalah persembahan yang ceroboh, bodoh dan bekas. Cobalah memberikan persembahan semacam ini pada pemerintahmu. Ia akan melemparkanmu dari hadapannya.”

Tuhan mengharapkan umatNya pergi ke ternaknya secara hati-hati, memeriksa semua binatang, untuk memilih yang paling sempurna dari mereka untuk dipersembahkan kepadaNya. Dan sama seperti hari ini, Tuhan mengharapkan hal yang sama dari kita. Ia ingin waktu kita yang berharga – waktu yang tidak terburu-buru atau tergesa-gesa. Dan kita harus menyediakan waktu itu untuk prioritas kita!

Saya pernah bertemu dengan pendeta dari gereja terbesar di Amerika. Orang ini adalah pelayan Tuhan yang paling sibuk yang pernah saya lihat. Ia bilang pada saya tanpa rasa salah, “Saya tidak punya waktu untuk berdoa.” Tetapi yang ia maksudkan ialah, “Saya tidak memberikan prioritas apa pun pada doa.”

Ketika saya mengunjungi gerejanya, saya tidak merasakan Roh Allah dalam jemaatnya. Kenyataannya, itu adalah gereja paling mati yang pernah saya layani. Tetapi bagaimana mungkin akan ada kehidupan, kalau pendetanya tidak berdoa?

Kenyataannya ialah, tidak seorang Kristen pun akan menyediakan waktu untuk berdoa kecuali kalau hal itu menjadi prioritas utamanya, lebih dari apapun juga – lebih dari keluarga, karir, waktu senggang, semuanya. Kalau tidak, persembahannya akan ditolak!

• Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka terbiasa hidup tanpa doa!

Banyak orang Kristen berpikir bahwa yang diperlukan hanyalah pergi ke gereja, memuji, mendengarkan firman, menolak dosa, melakukan yang terbaik, dan semua akan lebih baik bagi mereka. Ini bukanlah persembahan yang mereka bawa pada Tuhan – dan mereka berpikir Ia bersuka terhadap hal-hal itu!

Saya telah meluangkan waktu di samping tempat tidur orang-orang Kristen anggota gereja yang setia selama lima puluh tahun yang sedang sekarat. Orang-orang ini tidak pernah absen dalam pertemuan. Mereka adalah orang baik-baik, berkeluarga, dan mereka bisa berbicara tentang semua hal-hal kerohanian. Tetapi mereka tidak mempunyai kehidupan doa sama sekali. Mereka menghabiskan berjam-jam dengan keluarga, duduk di depan TV, atau melakukan hobi mereka – tapi mereka tidak punya waktu untuk sendirian dengan Kristus.

Ini mungkin terdengar kasar bagimu, tapi aku percaya orang-orang ini akan pergi ke kekalan tanpa mengenal Tuhan mereka. Tuhan tidak pernah dekat dengan mereka – karena mereka tidak pernah mendekat padaNya!

Saya takut pada setiap orang Kristen yang terbiasa hidup dengan tenang tanpa kehidupan doa sehari-hari – yang tidak pernah berhubungan dengan Tuhan. Orang-orang semacam ini akan menjadi orang asing bagiNya. Dan mereka akan ada di antara mereka yang ditolak Kristus pada hari penghakiman. “Ya, kamu melakukan banyak pekerjaan besar – kamu menyembuhkan orang, kamu melakukan mukjijat, kamu membawa banyak orang ke dalam kerajaanku. Tapi aku tak pernah mengenalmu. Enyahlah dari hadapanKu, orang asing!”

Bagaimana kita bisa lepas dari kemurkaan Tuhan, jika kita mengabaikan karunia keselamatan yang besar ini? Bagaimana kita bisa menghadap Dia pada hari penghakiman, waktu kitab-kitab dibuka untuk membuktikan bahwa kita tidak pernah meluangkan waktu dengan Dia? Kita bisa menjawab, “Tuhan, aku sadar aku hanya punya sedikit waktu untuk Engkau. Aku menghabiskan itu semua untuk diriku sendiri, untuk karirku. Tetapi sekarang aku siap untuk masuk ke dalam kekekalan untuk mengenalMu lebih jauh.” Apakah kamu kira Ia akan mengabulkannya? Tidak – Tak pernah!

Kenyataannya ialah, kamu dapat menghabiskan masa hidupmu tanpa doa. Nyatanya, saya kenal beberapa pendeta dan penginjil yang sangat sukses yang belajar melayani tanpa doa sama sekali. Mereka bisa menghibur kamu, menceritakan kisah yang indah dan membuatmu tertawa. Tetapi mereka tidak bisa meyakinkanmu, mengubahmu atau membuatmu mencari wajah Tuhan!

Setelah beberapa waktu, orang-orang ini akan jatuh dalam keputus asaan. Mengapa? Mereka menjadi lebih dan sangat tergantung dengan pekerjaan daging, daripada dengan Tuhan. Dan hidup mereka dipenuhi kebingungan pada semua sisi. Pengkotbah yang tidak berdoa adalah pengkotbah yang tidak berkuasa!

Begitu pula, orang Kristen yang tidak berdoa mempunyai iman yang tumpul, mudah diombang-ambingkan oleh nabi palsu, dan dengan cepat diceraiberaikan dari Injil yang benar. Orang Kristen semacam ini selalu belajar – tetapi tidak pernah matang!

• Beberapa orang Kristen tidak berdoa karena mereka tidak percaya Tuhan mendengar doa mereka!

Setelah beberapa waktu, banyak orang percaya akan merasa ragu-ragu terhadap doa yang belum dijawab – dan akhirnya, mereka menyerah. Mereka berpikir, “Mungkin aku kurang iman. Yang kutahu, doa tidak bekerja untukku. Dan mengapa aku harus berdoa kalau itu tidak bekerja

Orang Israel pada jaman nabi Yesaya punya sifat yang sama. Yesaya menulis : “Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalanKu. Seperti bangsa yang melakukan yang benar.. mereka menanyakan Aku.. Mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya, mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?” (Yes 58:2-3).

Orang-orang ini menuduh Allah mengabaikan anak-anakNya! Mereka berkata, “Aku mengasihi Tuhan – Aku melakukan yang benar dan menjauhi dosa. Dan sampai sesaat lalu, aku setia mencari Dia dalam doa. Tapi tahukah kamu? Ia tidak pernah menjawabku! Maka, mengapa aku harus merendahkan diri di hadapanNya terus menerus? Ia tidak pernah memperhatikan permohonanku!”

Banyak wanita Kristen yang belum menikah berpikiran seperti ini. Mereka bilang, “Selama bertahun-tahun aku mencari Tuhan sepenuhnya, meminta seorang yang benar ke dalam kehidupanku. Aku telah berdoa selama lebih dari sepuluh tahun sekarang. Tetapi tidak terjadi apa-apa!” Maka mereka mencoba menikah dengan pilihan mereka sendiri – dan tragedi mengikuti hidup mereka.

Baru-baru ini, seorang pendeta menulis surat yang mencemaskan saya. Ia menulis, “Saudara Wilkerson, minggu belakangan ini aku menutup gereja yang telah kulayani selama beberap tahun. Saya membubarkan jemaat dan meninggalkan orang-orang. Selama bertahun-tahun kami berdoa untuk kebangunan rohani – tapi tidak pernah terjadi. Kami berdoa untuk gedung – tapi tidak pernah menjadi kenyataan. Selama bertahun-tahun, jumlah kami hanya berkisar tiga puluh orang. Ini semua tidak bekerja. Dan sekarang aku akan meninggalkannya dan mencari pekerjaan baru.”

Saya iba pada orang yang putus asa ini. Tetapi, saya setuju – ia perlu pekerjaan yang lain, karena mungkin ia tidak terpanggil untuk melayani sejak semula. Kamu lihat, panggilan kita bukanlah melihat kebangunan rohani terjadi, mempunyai gedung gereja, atau jumlah anggota jemaat yang banyak. Tidak – panggilan kita untuk melayani Tuhan dengan setia – dan itu termasuk kehidupan doa kita!

Yakobus menulis bahwa Tuhan tidak menjawab doa mereka yang meminta kepuasan untuk diri mereka sendiri: “Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.” (Yakobus 4:3). Dengan kata lain, “Kamu tidak meminta kehendak Tuhan terjadi. Kamu tidak siap untuk menyerah pada keinginanNya. Sebaliknya, kamu mencoba mendikte Dia untuk hal-hal yang memuaskan hatimu sendiri!”

Jangan buat kesalahan – Tuhan kita benar-benar setia. Paulus menulis, ” Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong” (Roma 3:4). Ia berkata, dengan arti, “Tidak masalah kalau kamu mendengar ribuan suara yang mengatakan, ‘Doa tidak bekerja. Tuhan tidak menjawabku! ‘Biarlah semua manusia disebut pembohong. Firman Tuhan tetap – dan Ia setia mendengarkan kita!”

Yesus berkata, “apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.” (Mat 21:22). Dijelaskan, Kristus berkata, “Kalau kamu benar-benar percaya, kamu akan mau untuk menanti dan berharap untuk sebuah jawaban dari Bapamu di sorga. Dan berapa waktu yang dibutuhkan untuk hal itu tidak masalah. Kamu harus berpegang teguh dalam iman, percaya Ia akan menjawabnya.”

Jika Tuhan menunda untuk menjawab doamu, kamu bisa yakin bahwa Ia sedang mencoba imanmu. Ia ingin agar kamu mempercayainya pada saat Ia kelihatan diam. Dan Ia mencoba kamu, untuk melihat apakah kamu akan berkata, “Aku menyerah. Ia tidak menjawabku!” Terlebih lagi, Ia ingin imanmu dimurnikan seperti emas – sehingga kamu akan diperlengkapi untuk menerima banyak jawaban, baik untuk kamu sendiri juga untuk orang lain! Saya pernah membaca kisah tentang seorang kudus – seorang saudari tua yang saleh yang berjalan dekat dengan Yesus selama bertahun-tahun. Kehidupan doanya begitu kuatnya, sehingga orang dimana-mana meminta kepadanya untuk berdoa bagi mereka. Satu hari seorang sahabatnya menulis surat dan memintanya berdoa untuk masalahnya, dan saudari ini menyetujuinya.

Beberapa minggu kemudian, saudari ini menerima surat lain dari sahabatnya itu yang isinya, “Terimakasih untuk mendoakan saya – saya telah disembuhkan!” Tetapi saudari ini baru menyadari kalau ia sesungguhnya lupa berdoa untuk sahabatnya ini! Ia bersukacita karena sahabatnya telah disembuhkan, tetapi ia heran, “Tuhan, ia sendiri berkata kalau imannya lemah. Tetapi mengapa Kau menyembuhkan dia, kalau aku lupa berdoa?”

Tuhan menjawabnya: “Aku menyembuhkannya karena kamu telah mengenal aku! Kamu bertumbuh begitu dekat denganKu, maka Aku memenuhi segala kebutuhanmu terhadap sahabatmu – sekalipun tanpa doamu.”

“Alangkah melimpahnya kebaikanMu yang telah Kau simpan bagi orang yang takut akan Engkau, yang telah Kau lakukan bagi orang berlindung padaMu, di hadapan manusia!” (Mazmur 31:20). “sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!” (34:10).

Pergi ke ruang doamu setiap saat, dan carilah Ia dengan sepenuh hatimu. Itulah jawabanmu untuk perkawinan yang dipulihkan, kerabat yang belum diselamatkan, semua kebutuhan dalam hidupmu. Jawaban untukmu mungkin tidak datang dalam semalam. Tetapi, Tuhan akan melakukan pekerjaanNya dengan waktu dan jalanNya. Bagianmu ialah untuk percaya bahwa Ia setia untuk menjawabmu – sebab kamu adalah anak yang dikasihiNya!

Renungan Harian, 10 Juni 2011

Posted: Juni 9, 2011 in Renungan

Tanggal: Jumat, 10 Juni 2011
Bacaan : 1 Raja-raja 17:8-16
Setahun: Ayub 35-37
Nats: Siapa memberi kepada orang miskin tak akan berkekurangan …
(Amsal 28:27)

Judul:

TAK AKAN BERKEKURANGAN

Sekitar tahun 1964, perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan.
Meski demikian, sepasang suami istri masih mengulurkan tangan untuk
menolong orang yang lebih tak berpunya. Di rumah kontrakan mereka
yang sangat sederhana, mereka masih menampung sebuah keluarga untuk
sama-sama tinggal di situ. Sampai-sampai, mereka sendiri harus tidur
berdesakan dengan sepuluh anak mereka dalam sebuah kamar. Namun,
Tuhan memelihara mereka. Dan kini, setelah berpuluh tahun kemudian,
anak-anak mereka memiliki kehidupan ekonomi yang jauh lebih baik.

Pada zaman Elia, Tuhan bertitah tidak akan menurunkan hujan ke tanah
Israel selama 3 tahun 6 bulan. Air di sungai pun menjadi kering. Tak
heran, si janda Sarfat hanya memiliki sedikit tepung dan minyak
untuk ia dan anaknya. Namun, karena ketaatannya kepada Tuhan dengan
memberikan makanan bagi Elia, sang nabi, Tuhan memelihara hidup sang
janda dan anaknya selama masa kekeringan.

Kita terkadang berpikir bahwa kita mesti menjadi kaya lebih dulu
untuk dapat menolong orang lain. Namun, banyak orang sulit merasa
dirinya cukup sehingga ia dapat menolong orang lain, sebab pada
dasarnya manusia selalu merasa tidak puas dan berkekurangan.
Sebaliknya, hati yang mau memberi dan menolong orang lain
sesungguhnya tidak pernah bergantung dari berapa banyak yang
dimiliki. Sebab tindakan ini lahir dari hati yang mau taat dan
mengasihi Tuhan. Dan jangan khawatir, Tuhan akan memelihara
orang-orang yang mengasihi Tuhan sedemikian dalam sehingga kita tak
akan berkekurangan –VT

MEMBERI BUKAN HANYA KARENA KITA SUDAH BERLEBIH
NAMUN KARENA KASIH TUHAN SELALU HARUS DIBAGI

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-06-10
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/06/10/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?1+Raja-raja+17:8-16

1 Raja-raja 17:8-16

8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
9 “Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan
diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang
janda untuk memberi engkau makan.”
10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai
ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda
sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu,
katanya: “Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya
aku minum.”
11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi:
“Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti.”
12 Perempuan itu menjawab: “Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup,
sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam
tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan
sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api,
kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku,
dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati.”
13 Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah,
buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu
bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah
kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam
tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun
tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke
atas muka bumi.”
15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan
Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu
mendapat makan beberapa waktu lamanya.
16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli
itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya
dengan perantaraan Elia.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ayub+35-37
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+35-37

Renungan Harian, 9 Juni 2011

Posted: Juni 9, 2011 in Renungan

Tanggal: Kamis, 9 Juni 2011
Bacaan : Mazmur 37:1-24
Setahun: Ayub 32-34
Nats: Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu
seperti siang (Mazmur 37:6)

Judul:

HARTA TAK TERNILAI

Kenalan dekat saya, seorang pengusaha sukses, merintis usaha baru,
yakni persewaan alat berat pertambangan. Ia begitu menggebu dengan
usaha baru ini sebab di situ ia bagai mendulang emas. Akibatnya,
yang lama jadi tak terurus. Sayang, beberapa waktu kemudian banyak
tagihan tak dibayar, bahkan seluruh alat beratnya ditelan mitra
bisnis. Meski menang perkara, tetapi surat keputusan hakim tak punya
kekuatan menghadapi preman. Ia pun frustrasi, menyesal, marah.

Saya mengingatkannya akan masa kecilnya yang miskin dan tak punya
apa-apa. Bagaimana ia merintis bisnis dari nol. Saya juga
mengingatkan janji Tuhan dalam Mazmur 37:6. Baru kemudian ia
menyadari, ada harta lebih besar yang ia sia-siakan selama ini,
yakni kekuatan dan penyertaan Tuhan. Ia sadar bahwa menangisi apa
yang sudah dirampok orang hanya akan “menghabiskan” seluruh
hidupnya. Maka, ia bangkit merintis pekerjaan lamanya, mengangsur
utang di bank, dan melupakan kepahitan hatinya. Kini ia kembali
berjaya, walau dengan perjuangan. Bertahun-tahun kemudian terungkap
bahwa orang yang menipunya dulu, kini dipenjarakan sebagai koruptor
besar uang negara.

Harta dunia adalah titipan Tuhan. Ketika berkat datang, kita
bersukacita. Akan tetapi, ketika rugi, tertipu, bangkrut,
bagaimanakah sikap kita? Kiranya kita meneladani Ayub saat
menghadapi kemalangan, “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan
ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya, Tuhan
yang memberi, Tuhan yang mengambil” (Ayub 1:21). Janganlah hati kita
melekat pada harta. Mari berpaut pada Sang Sumber berkat, maka kita
takkan berkekurangan –SST

APABILA BERKAT DATANG, BIARLAH KITA MENJADI PENYALUR BERKAT
APABILA KEMALANGAN DATANG, PERCAYALAH TUHAN SELALU ADA DEKAT

e-RH Situs: http://renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2011-06-09
e-RH arsip web: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2011/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Diskusi renungan ini di Facebook:
http://apps.facebook.com/renunganharian/home.php?d=2011/06/09/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Ayat Alkitab: http://alkitab.sabda.org/?Mazmur+37:1-24

Mazmur 37:1-24

1 Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan
iri hati kepada orang yang berbuat curang;
2 sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti
tumbuh-tumbuhan hijau.
3 Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di
negeri dan berlakulah setia,
4 dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu
apa yang diinginkan hatimu.
5 Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan
Ia akan bertindak;
6 Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu
seperti siang.
7 Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan
marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang
yang melakukan tipu daya.
8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan
marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
9 Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi
orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.
10 Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika
engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
11 Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan
bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
12 Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan
menggertakkan giginya terhadap dia;
13 Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa
harinya sudah dekat.
14 Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka
untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin,
untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
15 tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur
mereka akan dipatahkan.
16 Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang
berlimpah-limpah pada orang fasik;
17 sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang
orang-orang benar.
18 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka
mereka akan tetap selama-lamanya;
19 mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan
mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.
20 Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti
keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap
bagaikan asap.
21 Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang
benar adalah pengasih dan pemurah.
22 Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi
negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
23 TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan
kepada-Nya;
24 apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN
menopang tangannya.

Bacaan Alkitab Setahun:
http://alkitab.sabda.org/?Ayub+32-34
Mobile: http://alkitab.mobi/tb/passage/Ayub+32-34

Roh Kudus Memimpin kepada Kebenaran
– Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville –
Menjelang Pentakosta
Bacaan Alkitab hari ini: Yohanes 16:13

Ketika kita percaya kepada Tuhan Yesus, kita dinyatakan sebagai “benar” oleh Allah. Sejak saat itu, Roh Kudus terus menuntun kita dalam suatu proses pengudusan sehingga kita bisa semakin mengenal Allah dan menikmati firman-Nya.

Kemarin kita telah merenungkan peran Roh Kudus yang menginsafkan dunia akan dosa. Dalam bacaan hari ini, Roh Kudus disebut juga Roh Kebenaran yang menuntun ke dalam seluruh kebenaran. Apakah kebenaran itu? Menurut pemahaman umum, seseorang disebut “benar” bila kelakuannya tidak bercela secara hukum atau moral. Akan tetapi, hukum dan standar Allah berbeda. Alkitab menyatakan bahwa semua manusia berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah dan tidak seorang pun yang dibenarkan Allah karena melakukan hukum Taurat. Sesuatu yang tragis dan memilukan! Manusia (ciptaan Allah) berpisah dengan Allah (Sang Pencipta) merupakan tragedi terbesar yang tiada taranya sepanjang zaman. Namun, kita bersyukur bahwa Roh Kudus akan menuntun kita kepada Allah dan seluruh kebenaran-Nya. Roh Kudus berkarya sesuai dengan kebenaran firman Allah.  Tidak pernah dan tidak akan pernah ada suatu tindakan atau tuntunan Roh Kudus yang bertentangan dengan firman Allah. Allah Tritunggal berkarya dalam suatu kesatuan untuk kebaikan dan keselamatan manusia.

Saat kita dipimpin Roh Kudus, firman Allah akan semakin berarti. Hidup kita diterangi dan kita lebih mengerti firman Allah dan menaati kehendak Allah. Kita dibebaskan dari ikatan kuasa dosa dan ketidakmengertian. Kebenaran ini tersedia dan terbuka bagi siapa pun yang mau menerima anugerah penebusan di dalam Kristus. Hidupnya akan dituntun ke dalam seluruh kebenaran. [LM]

Roma 3:23-24
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh karena kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”